Jumat, 27 Agustus 2010

Kefir menanggulangi penyakit akibat Virus.

Beberapa kasus menarik mengenai bagaimana Kefir menanggulangi gangguan kesehatan akibat virus yang sudah pernah dialami oleh pengguna Kefir.

Kutil

Kutil dalam istilah medis disebut Papilloma. Papilloma itu sebenarnya sejenis tumor jinak pada kulit, berasal dari penebalan lapisan luar kulit yang berlebihan. Bentuk kutil ini bisa bermacam-macam. Bisa besar-besar atau bisa juga kecil-kecil. Biasanya memang kalau dipegang tidak sakit, dan kalau sudah sangat besar, bisa saja berdarah kalau lecet. Bila sudah besar biasanya bentuknya seperti bunga kol. Kutil disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini memang menyerang kulit dan salah satu jenis penyakitnya yaitu menimbulkan kutil kecil-kecil di telapak tangan. (dikutip dari Wikipedia Bahasa Indonesia).

Seorang pengguna Kefir memiliki beberapa kutil di punggung tangan, sehingga bila bepergian dan bertemu orang, menutup kutilnya dengan plester. Beliau mengonsumsi Kefir dengan tujuan untuk memperbaiki pencernaannya (maag). Ternyata setelah 3 bulan, semua kutilnya rontok, dan kini terbebas dari rasa malu akibat berkutil.

Demam Berdarah Dengue

Demam berdarah (DB) atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit demam akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi-silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes aegypti (dikutip dari Wikipedia Bahasa Indonesia).

Pengguna Kefir dari Sukabumi, tiga orang dari keluarganya serentak kena DBD. Dua orang bersedia minum Kefir, dan recovery dalam waktu 4 hari. Seorang tidak bersedia, dengan alasan tidak suka rasa asam, terpaksa dirawat di rumah sakit, dan recovery setelah 2 minggu.

Chikungunya.

Chikungunya adalah sejenis demam virus yang disebabkan alphavirus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk dari spesies Aedes aegypti. Namanya berasal dari sebuah kata dalam bahasa Makonde yang berarti "yang melengkung ke atas", merujuk kepada tubuh yang membungkuk akibat gejala-gejala arthritis penyakit ini (dikutip dari Wikipedia Bahasa Indonesia).

Ini justru diderita oleh ibunda dari salahsatu pengelola Rumah Kefir, yang tidak suka bau susu dan tidak pernah mau minum Kefir. Setelah sakitnya parah, sehingga hampir tidak ada makanan yang bisa masuk, ruam merah makin menyebar, akhirnya 'dipaksa' untuk minum Kefir. Hanya dalam 4 hari, kondisinya sudah sangat membaik dan mampu makan seperti biasa. Setelah 7 hari sudah dapat melakukan kegiatan normal dan mulai berpuasa lagi (peristiwa pada awal Ramadhan 1341 H).

Herpes zoster

Herpes zoster (nama lain: shingles atau cacar ular) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster.[1] Setelah seseorang menderita cacar air, virus varicella-zoster akan menetap dalam kondisi dorman (tidak aktif atau laten) pada satu atau lebih ganglia (pusat saraf) posterior.[2] Apabila seseorang mengalami penurunan imunitas seluler maka virus tersebut dapat aktif kembali dan menyebar melalui saraf tepi ke kulit.[2] Di kulit, virus akan memperbanyak diri (multiplikasi) dan membentuk bintil-bintil kecil berwarna merah, berisi cairan, dan menggembung pada daerah sekitar kulit yang dilalui virus tersebut.[2] Herper zoster cenderung menyerang orang lanjut usia dan penderita penyakit imunosupresif (sistem imun lemah) seperti penderita AIDS, leukemia, lupus, dan limfoma.[1] (dikutip dari Wikipedia Bahasa Indonesia).

Kasus ini terjadi pada seorang ibu hamil hampir 7 bulan, hampir 7 tahun yl. dengan sebaran di punggungnya. Penderita minum Kefir hampir 1 liter sehari dan dibuatkan salep dari Kefir dan Aloe Vera untuk dioleskan di daerah terpapar. Dalam 3 hari bagian terpapar yang berair mulai kering, dan rasa sakit perih hilang. Setelah seminggu luka sudah bersih. Penggunaan Kefir diteruskan sampai dua minggu, 3 gelas sehari.

Bayi lahir dengan sehat, tidak tertular, dan saat ini sudah menjadi gadis kecil yang cantik dan masuk kelas 1 Sekolah Dasar.

Pada saat tertentu, yaitu pada saat kondisi badan menurun, terasa ngilu pada punggung sampai 3 - 4 tahun kemudian. Setelah itu tidak pernah terasa apapun juga.

Hepatitis.

Hepatitis biasanya terjadi karena virus, terutama salah satu dari kelima virus hepatitis, yaitu A, B, C, D atau E. Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus (dikutip dari Wikipedia Bahasa Indonesia).

Telah ada beberapa kasus. Salah satunya juga pada pengelola Rumah Kefir dan isterinya, yaitu Hepatitis B sebelum mengenal Kefir. Setelkah mengonsumsi Kefir, semua gejala Hepatitis lenyap.

Kejadian yang cukup dramatis adalah ketika seorang keluarga pengelola menderita sirosis yang sudah sangat parah, hampir tidak bisa makan tanpa muntah, dan dokter sudah menyerah. Tadinya tidak pernah minum Kefir, karena dokter selalu melarang mengonsumsi sesuatu yang 'asam'. Setelah dokter menyerah, dan 'membiarkan' pasien pulang ke rumah, putera penderita bertanya kepada dokter : "Boleh minum Kefir?".

Dokter balik bertanya : "Kefir itu apa..?". Dijawab bahwa Kefir adalah susu fermentasi mirip yoghurt. Dengan nada menyerah doktert menjawab: "Ya..., boleh, apapun juga yang mau, silakan..". Dokter memperkirakan penderita tidak akan bertahan lebih dari 3 bulan.

Tiga bulan setelah minum Kefir secara teratur (3 gelas sehari), kondisi mulai membaik, dan mulai bisa makan secara normal. Sang putera bahkan dengan bangga menceriterakan bahwa ayahnya sudah bisa diajak jalan-jalan makan sop ikan Abah di Subang dan makan streak di BSM. Hal terpenting adalah rasa sakit akibat sirosis hilang setelah 3 bulan mengonsumsi Kefir, dan dapat melakukan ibadah sholat dengan baik.

Beliau meninggal 2 tahun setelah keluar dari rumah sakit, pada hari selamatan perayaan tepat dua tahun keluar dari rumah sakit, yang didahului dengan demam, dan meninggal setelah sholat Dzuhur.

Kesimpulan (sementara)

Efektivitas Kefir untuk menanggulangi virus sangat signifikan, tanpa efek samping, sangat murah dan jauh lebih efektif dari berbagai obat modern yang kita kenal saat ini. Tantangan besar untuk melakukan uji klinis sehingga bisa dijadikan obat baku untuk penyakit viral.


2 komentar:

Trihari Widodo mengatakan...

Saya sudah berjalan hampir 4 tahun ketika dokter menyatakan bahwa saya menderita hepatitis C. Banyak pengobatan dan alternatif yang saya coba tapi saya takut efek sampingnya dan justru akan menambah parah penyakitku. Namun alhamdulillah sampai saat ini masih bisa bertahan dengan obat herbal dan perawatan medis melalui endoskopi. namun itupun hanya untuk menghentikan pendarahan saat kambuh, sedangkan diagnosa hati yang menjurus ke sirosis tidak pernah diketahui lebih dalam. Membaca artikel mengenai "Kefir" saya sangat tertarik, apalagi sudah dibuktikan khasiatnya. Saya berniat membuat untuk dikonsumsi sendiri, mohon informasinya dimana dapat saya peroleh bibit kefir tersebut dan berapa harganya.

Unknown mengatakan...

Mohon maaf sangat terlambat dalam menjawab.
Kefir sekarang sudah menyebar, khususnya di Pulau Jawa. Bibit Kefir dapat diperoleh di Rumah Kefir Bandung, atau di beberapa tempat lain.
Sebaiknya anda bergabung dengan Komunitas Kefir Indonesia di Facebook,. sehingga berbagai info, kesaksian dan pengalaman dapat disimak disana.