Sabtu, 20 Agustus 2016

Mengapa minum Kefir ?



Banyak alasan mengapa orang mengkonsumsi Kefir. Penulis memulai minum Kefir, setelah isteri yang sensitif terhadap laktosa (gula susu), yaitu menyebabkan perut kembung dan mulas/diare (lactose intolerance), dapat memperoleh manfaat susu sepenuhnya (bahkan lebih) dengan meminum Kefir yang dibuat sendiri tanpa keluhan lagi.

Herald W. Tietze

Herald W. Tietze dalam situs ”Kefir, Yoghurt for Life” (http://www.youngns.com.au/kefir/why/htm) di bawah judul “Kefir for pleasure, beauty and well-being” menuliskan alasannya secara lebih komprehensif.

Ini terjemahannya
 
Bila anda mengira bahwa sehat diperoleh melalui obat, anda dapat menganggap Kefir sebagai obat yang sangat berkhasiat. Melihat khasiatnya untuk pengobatan, orang dapat menganggap Kefir sebagai obat, tapi sebenarnya bukan, melainkan suatu makanan yang hidup. Obat adalah sesuatu yang digunakan untuk suatu perioda tertentu untuk menanggulangi  penyakit, seperti analgesik untuk meredakan rasa sakit. Makanan yang hidup dan menyehatkan ini adalah sesuatu yang menjaga kesehatan dan hidup kita serta memelihara kesehatan tubuh. Upaya untuk membedakan makanan dan obat tidak membutuhkan biaya jutaan dollar. Kita dapat mengujinya sacra sangat sederhana. Bila anda mengkonsumsi suatu substansi dan dapat hidup tanpa efek samping negatif, maka itu adalah makanan. Terminologi obat juga digunakan untuk suatu substansi yang hanya dikonsumsi dalam dosis kecil, dan anda  tidak dapat hidup sehat bila hanya mengkonsumsi obat.
Obat didasarkan atas tujuan menghilangkan penyakit, bukan pada pembentukan kesehatan.
Untuk memelihara kesehatan, atau mengembalikan kebugaran, hanya substansi yang hidup yang dapat membantu dalam jangka panjang.
Ketika saya mempelajari Pertanian lebih dari 30 tahun  yang lalu, seorang guru memperingatkan bahwa penggunaan antibiotik yang berlebihan akan menghasilkan strain (bakteri) yang kebal terhadap antibiotik tersebut, sehingga akhirnya antibiotik itu menjadi tidak efektif lagi. Beliau adalah seorang biarawan yang tidak menguasai kedokteran hewan.
Di sisi lain, seorang dosen ahli dalam ilmu Kedokteran Hewan mempunyai berbagai bukti mengenai berbagai antibiotik. Beliau menerangkan, berlandaskan bukti ilmiah, bahwa antibiotik tidak menimbulkan kerusakan, juga dalam jangka panjang. Kami mendengar ceritera serupa mengenai munculnya kekebalan dari industri  kimia yang memproduksi obat semprot bagi berbagai tumbuhan dan hama. Industri kimia ini menghasilkan produk baru setiap berapa tahun, lebih kuat dan lebih efektif dan sekarang, ketika kita menengok pendapat biarawan tua itu, kita harus mengakui bahwa beliau benar, tidak hanya mengenai antibiotik tapi  juga tentang segala hal mengenai pertanian modern.
Berapa banyak biota, bakteri merugikan, atau virus yang ada saat ini? Hanya pada kasus TBC saja, penyakit yang hampir terlupakan ini, dalam 12 bulan terakhir 3.000.000 orang di berbagai pelosok dunia mati karena penyakit ini. Pengobatan dengan antibiotik tertentu yang mujarab beberapa tahun lalu saat ini tidak berdaya menghadapi jenis bakteri TC baru.
Bila anda mengira pertanian dan pengobatan modern tidak ada hubungannya dengan Kefir, anda harus mengkaji  ulang  hal ini.
Keseimbangan flora dalam saluran pencernaan merupakan kunci bagi keberhasilan pengobatan. Antibiotik tidak cukup selekif untuk memilih bakteri yang akan dimusnahkannya. Antibiotik membunuh dan menghancurkan keseimbangan. Ketika mengkonsumsi antibiotik, kemajuan penyembuhan terlihat nyata karena antibiotik membunuh bakteri penyebab penyakit, tapi juga membunuh bakteri yang bermanfaat dan mengganggu keseimbangan.
Dengan terganggunya keseimbangan flora pencernaan, maka kekebalan tubuh akan rusak dan kita makin rawan terhadap serangan penyakit baru. Selanjutnya kita akan menggunakan antibiotik lagi, dan lagi dan lagi… sehingga seperti masuk ke sumur tak berdasar.
Kembali mengenai biarawan tua tadi, beliau melihat bahwa penemuan penisilin merupakan karunia Allah dalam kasus bahwa hanya penisilinlah satu-satunya jawaban bagi situasi “hidup atau mati”. Beliau merekomendasikan agar setelah pengobatan dengan antibiotik, krim asam, mentega, yoghurt (tentu yang alami) harus dikonsumsi untuk mengembalikan flora pencernaan yang hilang.
Ketika pertama kali saya menulis buku Kombucha, saya mengingatkan adanya kepercayaan berlebihan terhadap pengobatan ”ajaib”. Saya sungguh-sungguh kaget terhadap kesaksian yang saya terima, membuktikan bahwa makanan yang “hidup”, yaitu yang difermentasikan dari susu dapat benar-benar menghasilkan keajaiban dalam penyembuhan dan kesehatan.
Makanan yang difermentasikan dengan asam susu tidak hanya menyembuhkan satu penyakit, melainkan  praktis semua penyakit dan lebih dari itu membuat orang merasa lebih muda dengan menghilangnya uban dan tumbuhnya rambut di kepala yang telah botak. Perempuan yang telah menopause, termasuk yang telah bertahun-tahun tidak mengalami haid, kemudian haid lagi. Banyak wanita yang hamil dalam usia tua. Orang yang  telah menderita penyakit 20 tahun atau lebih dapat sembuh hanya dalam beberapa minggu atau beberapa hari.
Banyak hal yang tidak dapat dimengerti, namun ini berasal dari sesuatu yang paling sederhana, yaitu kehadiran bakteri bermanfaat di dalam saluran pencernaan.
Alasan mengapa Kefir dan berbagai produk fermentasi asam laktat berkhasiat sebagai obat berspektrum luas hanyalah karena adanya bakteri bermanfaat di dalamnya. Dampak penyembuhan yang ajaib ini hanya dimungkinkan bila makanan “mati” yang kita makan yang diproses, diberi zat kimia, diradiasi, dipanaskan berlebihan dapat dihindarkan karena menyebabkan masalah kesehatan khususnya di masyarakat Barat.
Bila anda ingin mendalami pengetahuan mengenai bakteri bermanfaat ini, buku yang ditulis oleh Leon Chaitow dan Natasha Trenef “Pro-biotic”, sangat dianjurkan untuk ditelaah.
Ringkasnya, bakteri yang bermanfaat ini dapat menolong untuk menanggulangi:

  • Alergi
  • Arthritis
  • Kanker
  • Masalah usus besar & radang usus halus
  • Gout (kelebihan asam urat – uric acid)
  • Migren
  • Rematik
  • Gangguan lambung
  • Meningkatkan kekebalan tubuh dan detoksifikasi
  • Berperan penting dalam membentuk kesehatan saluran pencernaan pada  bayi.
  • Mengendalikan tingkat kolesterol, sehingga menjaga terjadinya kerusakan cardio-vascular. Fungsi usus besar diperbaiki. Beberapa literatur merekomendasikan untuk mengkonsumsi Kefir yang difermentasikan dalam 24 jam saja, sehingga berfungsi sebagai pelancar buang air besar. Kefir yang difermentasikan 48 jam berfungsi sebagai penyeimbang.
  • Penderita candida-albicans mungkin cemas terhadap ragi yang terdapat pada Kefir. Pengalaman menunjukkan bahwa penyakit ini disebabkan ketidak seimbangan flora pencernaan dan bakteri yang bermanfaat. Khamir (ragi) membantu menyeimbangkan kembali flora pencernaan dan memerangi candida-albicans.
  • Fermentasi asam susu meningkatkan kemampuan cerna makanan yang berasal dari susu. Orang yang sensitif terhadap susu dapat mengkonsumsi Kefir yang kaya kalsium ini tanpa keluhan.
  • Selama fermentasi, bakteri menghasilkan enzim laktosa yang “mengunyah” protein, sehingga kualitasnya meningkat dan mampu diserap oleh tubuh dengan lebih baik.
  • Penelitian ilmiah di beberapa negara menunjukkan bahwa bakteri bersahabat ini memiliki  potensi sebagai anti-tumor dan  berperan untuk mencegah kanker.
  • Mengurangi gejala kecemasan/gelisah
  • Bakteri probiotik menghasilkan antibiotik yang mampu membunuh bakteri patogen.
  • Sebagai alternatif untuk mengobati jerawat (acne) dari dalam, dengan adanya bakteri di pencernaan ini, jerawat dalam banyak kasus menghilang dengan sendirinya.
  • Bakteri yang bermanfaat ini menghasilkan vitamin B, seperti B3, B6, dan asam folat.
  • Di Rusia, Kefir bisa digunakan untuk pengobatan TBC
  • Dokter Draset mengetahui potensi Kefir sebelum Perang Dunia kedua untuk pengobatan gangguan organ pernafasan, kram perut, infeksi saluran pencernaan yang kronis, infeksi hati (liver), masalah empedu dan kantung kemih, dan merekomendasikan untuk dikonsumsi oleh orang yang baru sembuh dari sakit berat. Juga direkomendasikan untuk menanggulangi eksim pada wanita hamil dan penyakit kewanitaan.
  • Cardish-Umbricht menggunakan Kefir hampir untuk segala penyakit, terutama untuk maag (internal ulcer),  Asma, Bronchitis, berbagai jenis pengerasan pembuluh darah infeksi empedu, hati dan ginjal,  gangguan pencernaan seperti diare dan sembelit, kurang darah, ruam dan eksim. Dosis yang direkomendasikannya adalah 1 liter sehari. Untuk gangguan kulit dosisnya 0,5 liter sehari dan dibantu dengan pencucian kulit yang bermasalah dengan menggunakan Kefir. Kefir dilumurkan pada kulit dan dibiarkan semalaman.

Suatu lembar informasi (penulisnya tidak diketahui) yang disertakan dengan bijih Kefir menguraikan hal berikut :
Masyarakat Kaukasus meminum Kefir sebagai ganti air dan memakan Kefir yang dipadatkan sebagai makanan pencuci mulut. Harapan hidup masyarakat ini berkisar antara 110-150 tahun. Mereka tidak mengenal kanker, TBC atau gangguan pencernaan. Prof.Dr Kanschlikow yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk penelitian Kefir menemukan khasiat Kefir untuk penyembuhan selesma (catarrh), gangguan pencernaan, maag, anemia, berbagai jenis eksim, astra nodes, keluhan empedu , hepatitis, diare, sembelit dan tekanan darah tinggi. Kefir melindungi terjadinya kambuh dari suatu penyakit pada awal kesembuhan dari suatu penyakit pada awal kesembuhan dari satu penyakit, dan dapat digunakan sebagai pengganti susu ibu. Kefir dapat dikonsumsi setiap hari, sebaiknya pada saat makan malam (atau sebagai minuman tersendiri), Dalam kasus sangat berat, dianjurkan untuk minum sampai satu liter sehari. Kefir bukan sekedar berguna untuk pengobatan, tapi juga merupakan sumber gizi. Kefir dapat digunakan sebagai pengganti krim untuk salad dan sebagai saus. Seorang wanita menulis kepada saya untuk menginformasikan bahwa Kefir dapat digunakan sebagai douche (pembersih alat kewanitaan) dari gangguan gatal akibat jamur  dan sejenisnya..

Pangan Fungsional Probiotik

Pangan fungsional (functional food) adalah substansi yang memiliki tampilan sebagai makanan atau minuman (bukan tablet atau bentuk obat lainnya), digunakan sebagai makanan/minuman biasa, serta terbukti memiliki khasiat penyembuhan yang melebihi kandungan gizi yang terdapat di dalamnya. Kefir, yoghurt dan tempe merupakan sejumlah pangan yang diakui sebagai makanan fungsional.
Sebagai pangan, penggunaan terbaik adalah bila merupakan bagian dari menu makanan sehari-hari. Dengan demikian, dalam hal penyembuhan, penggunaan terbaik adalah dengan mengubah  pola makan yang salah (baik sengaja ataupun tidak) dengan pola makan yang menyertakan pangan fungsional ini secara teratur. Untuk itu, rasa yang lezat merupakan faktor penting agar pangan fungsional ini dapat dikonsumsi tanpa beban.
“Jadikanlah makananmu sebagai obat, dan  obatmu sebagai makanan”, merupakan ungkapan Hippocrates yang terkenal, dan masih merupakan ajaran yang sangat relevan sampai saat ini. Artinya adalah bahwa makanan yang kita konsumsi haruslah sehat, dan obat yang kita gunakan haruslah “enak”. Dua hal ini terpenuhi oleh Kefir.
Dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan dan makin mahalnya biaya pengobatan, menemukan kembali hubungan antara pola makan dan kesehatan akan makin diperlukan. Hal ini menyebabkan pasar dari makanan fungsional makin luas. Diantara berbagai makanan fungsional ini, makanan  probiotik sebagai suatu makanan tambahan (food suplemen) yang terutama berpengaruh terhadap keseimbangan mikroba dalam pencernaan memperlihatkan gejala perkembangan yang paling menonjol dalam beberapa dekade terakhir.
Kultur mikroba telah digunakan selama beribu-ribu tahun dalam makan dan fermentasi alkohol, dan penelitian ilmiah membuktikan keampuhannya untuk melindungi dan mengobati berbagai penyakit. Hal ini membakukan istilah “probiotik” (untuk kehidupan), sebagai lawan dari antibiotik. Yoghurt merupakan makanan probiotik yang paling populer dan Kefir, walaupun banyak pihak yang setuju  bahwa Kefir jauh lebih baik, namun di Indonesia Kefir kurang populer dibandingkan Yoghurt atau Yakult.
Berbagai manfaat dari makanan probiotik ini, baik sebagai suatu makanan suplemen (dengan tampilan obat) ataupun sebagai makanan yang digunakan sehari-hari antara lain diuraikan berikut ini.

Kesehatan saluran pencernaan

Sejumlah studi telah menyimpulkan bahwa konsumsi probiotik bermanfaat untuk penanggulangan berbagai jenis diare, termasuk diare akibat penggunaan antibiotika pada orang dewasa, diare yang sering dialami dalam perjalanan, dan diare yang dialami anak-anak yang disebabkan virus.
Mengingat diare merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi dan sering menimbulkan penderitaan orang dewasa, maka penggunaan probiotik secara teratur untuk menghindarkan dan mengobati diare menjadi hal yang penting, apalagi di negara berkembang dengan insidensi diare yang tinggi dan kemampuan berobat masyarakatnya masih rendah.
Bakteri probiotik mampu melindungi pencernaan dan melindungi terjadinya radang lambung dan penyakit liver bagi pecandu minuman keras. Disamping itu, bakteri asam laktat (asam susu) akan meningkatkan mobilitas pencernaan dan menghindarkan terjadinya sembelit, terutama bagi orang dewasa.
Banyak ahli yang percaya bahwa 90% penyakit disebabkan oleh buruknya kondisi sistem pencernaan.

Sintesa nutrisi

Fermentasi makanan dengan bakteri asam susu menunjukkan adanya peningkatan kandungan asam folat, niacin dan riboflavin pada Kefir, Yoghurt dan susu bifidus. Disamping sintesa nutrisi ini, probiotik juga meningkatkan kemampuan cerna protein dan lemak.
Asam lemak rantai pendek seperti asam susu, asam propionik dan asam butirik yang dihasilkan bakteri asam susu dapat menjaga tingkat keasaman saluran pencernaan sehingga pencernaan terlindung dari dampak bakteri patogen pada mukosa saluran pencernaan.

Sistem kekebalan tubuh

Bukti yang diperoleh dari model pada binatang dan manusia menunjukkan bahwa probiotik dapat meningkatkan respon kekebalan baik yang spesifik maupun yang non spesifik dengan cara mengaktifkan macrophages, meningkatkan tingkat cytokine, meningkatkan kemampuan alami sel pelindung tubuh, dan meningkatkan imunoglobulin.
Dengan meningkatnya kekebalan tubuh, berbagai penyakit infeksi tidak mudah menyerang.  Flu, hepatitis, dan sejenisnya merupakan penyakit yang selalu mengintip untuk menyerang pada saat kekebalan tubuh menurun.

Lactose intolerance

Banyak bukti menunjukkan bahwa bakteri asam susu seperti S. thermophilus, L. bulgaricus dan jenis laktobasilus dalam susu yang difermentasikan dapat meredam gejala penolakan terhadap gula susu dengan cara menyediakan bakteri yang diperlukan untuk mencerna susu tersebut di lambung dan saluran pencernaan.
Karena gangguan pencernaan akibat meminum susu ini diderita oleh sekitar 70% penduduk dunia, konsumsi probiotik ini menjadi penting agar masyarakat dapat mengkonsumsi susu tanpa keluhan.

Alergi

Probiotik menanggulangi alergi dengan cara meningkatkan fungsi pertahanan mukosa. Konsumsi probiotik pada balita akan meningkatkan pembentukan kekebalan tubuh. Probiotik seperti Lactobacillus GG dapat menanggulangi alergi protein susu.

Kanker

Studi yang berkaitan dengan penanggulangan kanker melalui konsumsi probiotik menunjukkan hasil yang menjanjikan. Percobaan pada binatang yang disuntik probiotik menunjukkan berkurangnya risiko kanker usus dan berkurangnya jumlah tumor.
Walaupun demikian studi mengenai kanker pada manusia dan penggunaan probiotik saat ini masih dipelajari lebih mendalam.

Probiotik dan Prebiotik

Probiotik merupakan bagian yang penting dari dunia makanan yang kompleks, yang berguna untuk kesehatan. Probiotik adalah makanan yang berisi bakteri hidup. Bakteri dan hasil metabolismenya yang menyebabkan probiotik ini memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesehatan. Probiotik yang paling terkenal adalah yoghurt. Penelitian mengenai pengaruh konsumsi probiotik memperlihatkan adanya peningkatan pada kemampuan untuk mencerna susu, percepatan kesembuhan beberapa jenis diare, peningkatan fungsi kekebalan, berkurangnya  kanker  tertentu dan penurunan tingkat kolesterol darah.
Bakteri yang ada dalam produk probiotik, biasanya bukan bakteri normal, di saluran pencernaan, atau hanya menetap sementara. Bakteri ini tidak dianggap sebagai bagian dari lingkungan pencernaan, sehingga bakteri ini tidak berkoloni, dan keluar lagi dari dalam tubuh melalui tinja dalam beberapa jam atau beberapa hari. Bakteri normal yang hidup dalam saluran pencernaan sangat banyak, baik jumlah maupun jenisnya. Jumlah tiap jenis bakteri berubah sesuai dengan umur, kebiasaan makan, kondisi kesehatan serta penggunaan obat-obatan maupun suplemen. Bakteri tumbuh  subur bila mampu menempel pada dinding saluran pencernaan dan menggunakan makanan yang lewat melalui saluran pencernaan.
Jadi tidak heran bila bakteri seorang vegetarian akan berbeda dengan bakteri yang terdapat pada pemakan daging. Karena setiap bakteri memerlukan nutrisi yang spesifik, maka dengan mengkonsumsi makanan tertentu merupakan suatu cara untuk meningkatkan jumlah bakteri tertentu. Inilah yang disebut prebiotik. Prebiotik adalah makanan atau nutrisi yang digunakan oleh bakteri tertentu untuk tumbuh dan melekat pada dinding saluran pencernaan.
Fructo-oligo-sacharides (FOS) dikenal sebagai prebiotik, dan diikat oleh galacto-oligo-sacharides dan karbohidrat lain yang tidak dapat dicerna. FOS merupakan suatu komposisi yang terdiri atas molekul gula fruktosa yang tersusun dalam suatu rantai panjang. Substansi ini dapat ditemukan secara alami dalam makanan seperti Jerusalem artichoke tubers, bawang, leeks, beberapa jenis kacang-kacangan dan madu.
Kefir mengandung keduanya, yaitu probiotik yang berupa bakteri hidup dan prebiotik, yaitu berbagai nutrisi yang terdapat dalam susu.

Tanya Jawab tentang Probiotik

Tanya jawab ini diambil dari situs internet “Health Professionals”, yang akan sangat bermanfaat untuk memahami probiotik dan penggunaannya.

Mana yang lebih baik : Probiotik dari makanan atau dari suplemen?

Makanan merupakan pilihan yang lebih baik karena adanya efek sinergis antara komponen makanan dan kultur probiotik. Pendaparan (buffering) alami  atas asam lambung dengan makanan akan meningkatkan kestabilan konsumsi probiotik. Makanan probiotik biasanya mengandung nutrisi berkualitas tinggi seperti kalsium protein, bioactive peptides, sphingolipids dan asam linoleat. Dengan suplemen, walaupun mungkin mudah mengkonsumsinya, biasanya selalu mengandung masalah dalam jangka  panjang, sedangkan dengan menggabungkan makanan yang mengandung probiotik dalam menu sehari-hari dapat dibentuk menjadi pola makan yang sehat.

Berapa banyak konsumsi probiotik untuk menghasilkan manfaat yang dikehendaki?

Banyak studi mengenai dampak kesehatan dari bakteri probiotik seperti terhadap diare, lactose intolerance dan penyebab kanker usus menunjukkan bahwa dosis 109 – 1010 organisme sehari merupakan dosis yang ideal. Ini berarti sekitar 3,5 gelas susu asam sehari, dengan rata-rata kandungan 2 x 106 cfu/ml. Dampak mengkonsumsi pada dosis yang lebih rendah belum terdokumentasi, tapi juga tetap menunjukkan manfaat.

Berapa lama orang mengkonsumsi probiotik sampai penyakitnya sembuh?

Sebagian besar probiotik tidak secara permanen hidup di dalam saluran pencernaan, tapi keberadaannya menghasilkan manfaat ketika bakteri probiotik ini melakukan metabolisme dan tumbuh dalam perjalananya melalui saluran pencernaan. Jadi, mengkonsumsi bakteri probiotik ini setiap hari, mungkin merupakan cara terbaik untuk menjaga efektivitasnya.

Sumber probiotik apa saja yang baik?

Yoghurt dan susu yang dibubuhi bakteri probiotik seperti susu asam dan produk susu fermentasi lainnya seperti Kefir merupakan sumber probiotik utama di Amerika Serikat, Para peneliti yakin bahwa efek sinergi terjadi antara komponen makanan dan bakteri probiotik, dan adanya komponen pada susu yang ‘menghidupkan” manfaat bakteri probiotik menjadikan makanan sehari-hari merupakan “kendaraan” yang sangat baik bagi bakteri untuk mencapai saluran pencernaan secara efektif.
Probiotik diduga memiliki efek kesehatan berikut:
·         Meringankan  dampak, mempromosikan pemulihan diare
·         Menghasilkan enzim laktase, mengurangi gejala intoleransi laktosa dan  gangguan penyerapan sari makanan oleh usus.
·         Menanggulangi sembelit
·         Menyembuhkan kolitis
·         Meningkatkan sistem kekebalan
·         Meningkatkan respon imun spesifik dan non spesifik
·         Menghambat patogen dan translokasi
·         Merangsang imunitas gastrointestinal
·         Mengurangi kemungkinan infeksi dari patogen umum (Salmonella, Shigella)
·         Mengurangi risiko kanker tertentu (usus, kandung kemih)
·         Sebagai karsinogen, detoksifikasi
·         Menekan pertumbuhan tumor
·         Menurunkan konsentrasi kolesterol
·         Mengurangi tekanan darah pada hipertensi
·         Menanggulangi  alergi makanan
·         Mensintesa nutrisi (asam folat, niacin, riboflavin, vit. B6 & B12)
·         Meningkatkan bioavailabilitas nutrisi
·         Meningkatkan kesehatan urogenital
·         Mengoptimalkan efek vaksin (misalnya vaksin rotavirus, vaksin demam tifoid)

Rabu, 11 Februari 2015

Terjemahan : What are doctors saying about colostrum.

Apa yang Dokter Katakan Tentang Kolostrum

Kutipan Dari Medical Research Publisher

Sejak kolostrum dikenal dan digunakan untuk penyembuhan dan kebugran selama berabad-abad, peneliti medis telah mempelajari Kolostrum secara ekstensif. Studi yang dilakukan di seluruh dunia menunjukkan bahwa kolostrum adalah suplemen alami dengan spektrum luas yang unik dan makanan yang memiliki kemampuan luas..

Inilah yang sangat menarik tentang kolostrum. Ini bukan obat "minyak ular" baru, yang baru saja ditemukan dan dijual sebagai jawaban untuk semua penyakit. Ini adalah salah satu zat Ibu Alam yang paling sempurna - yang dirancang untuk memperkuat dan melindungi mamalia yang baru lahir. Seperti kita, yang pada kenyataannya adalah mamalia, kolostrum lebih cocok untuk fisiologi kita daripada kebanyakan obat nabati atau herbal.

Dalam sepuluh tahun terakhir, penelitian manfaat kolostrum telah meningkat secara dramatis. Berikut adalah contoh dari beberapa penelitian yang paling otoritatif dan menarik yang dilakukan dalam dekade terakhir.

 "Kolostrum memiliki antibodi virus yang bertindak melawan serangan virus. Berbagai faktor antivirus hadir dalam kolostrum "
Dari studi penelitian yang dilakukan di Pusat Pemerintah AS Pengendalian Penyakit di Atlanta, Georgia..
- Dr E.L. Palmer, et.al., Journal of Medical Virology

"Kolostrum mengandung inhibitor non-spesifik yang menghambat berbagai penyakit pernafasan, terutama virus influenza. Kolostrum secara khusus digunakan untuk menghasilkan efektivitas yang unik yang berpotensi mematikan virus flu Asia yang muncul dari hewan/manusia. "
 - Drs. Shortridge, et.al., Journal of Tropical Pediatrics

"Glikoprotein dalam kolostrum sapi menghambat perlekatan bakteri Pylori Helikobaktor yang menyebabkan radang perut. Kolostrum (juga) mengandung sejumlah besar interleukin-10 (agen penghambatan peradangan yang kuat, yang secara signifikan mengurangi peradangan pada sendi rematik dan daerah cedera. "
 - Dr Olle Hernell, Universitas Ulmea, Swedia, Sains

  "Kolostrum dan ASI (dari sapi dan manusia) merangsang sistem kekebalan tubuh bayi yang baru lahir, berupa protein yang mempercepat pematangan kultur limfosit B (jenis sel darah putih) dan memicunya untuk produksi antibodi."
 - Dr Michael Julius Of McGill University, Montreal, Science News

  "Imunoglobulin (ditemukan dalam kolostrum) mampu menetralkan bakteri yang paling berbahaya, virus, dan ragi."
 - Dr Per Brandtzæg, Annals of New York Academy of Sciences

  "Faktor imun dalam kolostrum sapi, efektif terhadap organisme penyebab penyakit pada saluran usus. Mengonsumsi imunoglobulin kolostrum sapi mungkin menjadi metode baru untuk menyediakan immunoprotection pasif terhadap sejumlah penyebab penyakit antigen yang terkait dengan usus (virus dan bakteri). "
- Dr R. McClead, et. al; Pediatrics Penelitian.

 "Studi klinis menunjukkan bahwa IgE (immunoglobulin), yang ditemukan dalam kolostrum sapi, berperan mengatur respon alergi."
- Drs. Tortora, Funke & Cast; Mikrobiologi

"Studi dengan menggunakan relawan menemukan bahwa pelestarian aktivitas biologis IgG (immunoglobulin), pada sekresi pencernaan orang dewasa yang menerima kolostrum sapi secara oral, merupakan imunisasi pasif untuk pencegahan dan pengobatan penyakit usus akut."
- Dr L.B. Khazenson, Immunobiology Mikroba & Epidermal

"Kolostrum merangsang jaringan limfoid, memberikan manfaat pada orang tua atau penderita imunodefisiensi. Alam telah menggunakan rute oral untuk pengembangan sistem kekebalan tubuh pada  mamalia. Oral immunofactors yang sederhana, murah, bebas dari efek samping dan mungkin sangat bermanfaat dalam kedokteran hewan dan manusia, untuk memperbaiki gngguan faktor kekebalan. "
- Drs. Bocci, Bremen, Corradeschi, Luzzi dan Paulesu, Journal of Biology

"Imunoglobulin dari bovine colostrum secara efektif mengurangi dan mencegah infeksi virus dan bakteri pada kondisi kekurangan kekebalan, penerima implantasi sumsum tulang, bayi prematur, AIDS, dll"
- New England Journal of Medicine

"Para peneliti melaporkan bahwa kolostrum merangsang pematangan Limfosit B (jenis sel darah putih) dan bilangan memicunya untuk mem produksi antibodi, meningkatkan pertumbuhan dan diferensiasi sel-sel darah putih. Kegiatan serupa pada sapi dan kolostrum manusia juga dapat mengaktifkan makrofag (sel darah putih di dalam jaringan otot). "
- Dr M. Julius, McGill University, Montreal, Science News

 "Imunoglobulin dalam kolostrum telah berhasil digunakan antara lain untuk mengobati: Thrombocytopania, Anemia, Neutropania, Myasthenia Gravis, Guillain-Barre Syndrome, Multiple Sclerosis, Arythamatosus Sistemik Lupus, Rheumatoid Arthritis, Bullus Pamphigoid, Sindrom Kawasaki, Chronic Fatigue Syndrome dan penyakit Crohn,. "
- Dr Dwyer, New England Journal of Medicine

 "PRP (Proline-rich Polypeptides), dalam kolostrum sapi, memiliki kemampuan yang sama untuk mengatur aktivitas sistem kekebalan tubuh seperti fungsi hormon dari kelenjar timus. Ini akan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh yang kurang aktif, membantu menekan organisme penyebab penyakit. PRP juga menekan sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif, seperti yang sering terlihat dalam penyakit autoimun. PRP merupakan anti-inflamasi yang sangat kuat dan juga merangsang  prekursor T-sel untuk membantu memproduksi sel-T dan T-sel suppresser. "
- Drs. Staroscik, et. al, Molecular Immunology.

"PRP diketahui bukan merupakan zat yang spesifik untuk spesies tertentu (berarti bahwa dapat dialihkan untuk digunakan manusia). Ternyata sel darah putih mengaktifkan  sel T fungsional. Hasil yang memuaskan ditunjukkan dalam pengobatan gangguan auto-imun dan kanker. Sebuah modulator kekebalan yang penting, merangsang sistem kekebalan tubuh yang kurang aktif dan menurunkan faktor imun yang terlalu aktif. "
- Drs. Janusz & Lisowski, Archives of Imunologi

"Kolostrum mengandung Bovine TGF-B yang memiliki efek penekanan penting pada zat sitotoksik (antiinflamasi). Ini menghambat pertumbuhan sel sel osteosarcoma manusia (kanker) (75% inhibisi). Mediator fibrosis dan angiogenisis (penyembuhan otot jantung dan pembuluh darah), (Roberts et al., 1986), mempercepat penyembuhan luka (Sporn et al .., 1983) dan pembentukan tulang (Centrella et al., 1987). "
 - Drs. Tokuyama dan Tokuyama, Cancer Research Inst. Kanazawa Univ. Jepang

"Asam retinoat, hanya ditemukan dalam kolostrum, memberikan perlindungan dan mengurangi kolonisasi virus herpes. Meskipun tidak menyembuhkan, asam retinoat efektif mengurangi virus herpes ke tingkat (hanya tinggal 1/100 sampai 1/10,000 virus tetap aktif setelah pengobatan) di mana sistem kekebalan tubuh bisa melawan wabah. "
 - Drs. Charles Isaacs, et. al, Experimental Biology;. Sains

 "Kolostrum mengandung Asam Retinoid yang membantu melawan virus herpes. Juga mengandung glikoprotein (kappa kasein) yang melindungi terhadap bakteri yang menyebabkan radang perut. "
 -Dr. Raloff; Science News

"Mengurangi tingkat virus dalam tubuh dan merangsang kemampuan kekebalan alami paling menjanjikan dalam membantu sistem kekebalan tubuh yang mengandung virus HIV."
- Drs. Nowa dan McMichael, Scientific American

"Faktor Pertumbuhan dalam kolostrum sapi ditemukan sangat efektif dalam penyembuhan luka. Direkomendasikan untuk trauma dan penyembuhan bedah. Aplikasi Eksternal dan internal. "
 - Drs. Sporn, et. al; Science.

 " Cartilage-inducing Faktor-A, yang ditemukan dalam kolostrum, merangsang perbaikan tulang rawan."
 - Drs. Seyedin, Thompson, Bentz, et. al, Journal of Biological Chemistry.
 
 "Bovine colostrum mengandung faktor pertumbuhan tingkat tinggi yang mendorong pertumbuhan sel normal dan sintesis DNA."
 - Drs. Oda, Shinnichi, et. al, Fisiologi Biokimia Perbandingan.

 "IGF-1, yang ditemukan dalam kolostrum, merangsang pertumbuhan tulang dan otot dan regenerasi syaraf. Penggunaan terhadap  untuk luka menghasilkan penyembuhan yang lebih efektif. "
 - Drs. Skottner, Arrhenius-Nyberg, Kanje dan Fryklund, Acta. Pediatri Skandinavia, Swedia

 "Kegagalan untuk menyembuhkan luka kronis adalah masalah kesehatan besar. Dokter menyarankan penggunaan kolostrum yang memiliki peran penting untuk faktor pertumbuhan dalam mempercepat penyembuhan luka. Dimungkinkan adanya percepatan penyembuhan untuk pengobatan dengan trauma dan luka bedah. "
 - Drs. Bhora, et. al, Journal of Warga Bedah.

 "Usia lanjut dikaitkan dengan tingkat penurunan hormon pertumbuhan: GH dan IGF-1. Induksi GH dan IGF-1 meningkatkan berat badan melalui pertumbuhan otot pada orang tua. "
 - Drs. Ullman, Sommerland & Skottner, Departemen Patologi dan Farmakologi, Univ. Gothenburg, SahlgrenHospital & HabiVitrum AB, Stockholm, Swedia

Kefir Kolostrum: Puncak Kesempurnaan Pangan Super.

Aplikasi klinis: Kolostrum Sapi Sebagai Modulator Sistem Imun

Terjemahan dari :
http://cancercure.ws/bovinecolost.htm
The American Journal Of Natural Medicine Maret 1998/Vol.5, No.2 pp.19-23

oleh Zoltan Rona, M.D.

Dalam dua tahun terakhir, praktisi kesehatan telah mendengar banyak tentang kolostrum sapi, suplemen makanan yang relatif baru dimaksudkan untuk mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh individu sehat dan sakit kronis. Testimonial, laporan kasus, serta upaya pemasaran dari produsen suplemen beberapa distributor telah menghasilkan banyak hal menggembirakan tentang kolostrum.
Dalam 20 tahun terakhir juga telah ada publikasi lebih dari 2.000 makalah penelitian yang sangat mendukung baik tentang kolostrum dan komponennya.
Kolostrum adalah Makanan Pertama Kehidupan, Dr Daniel G. Clark, seperti yang dicetak di sampul belakang bukunya, menyatakan bahwa kolostrum sapi "membangun kembali sistem kekebalan tubuh, menghancurkan virus, bakteri, dan jamur, mempercepat penyembuhan semua jaringan tubuh, membantu menurunkan berat badan, membakar lemak, meningkatkan tulang dan massa otot, dan memperlambat dan bahkan membalikkan penuaan," Menurut Clark dan naturopathic terkenal dokter Dr Bernard Jensen, "kolostrum memainkan peran terapeutik dalam AIDS, kanker, penyakit jantung, diabetes, penyakit autoimun, alergi, herpes', bakteri, virus, dan parasit infeksi, radang gusi, pilek, flu, dan banyak lagi. Kolostrum memiliki antioksidan dan anti-inflamasi, dan memberikan banyak vitamin, mineral, enzim, dan asam amino.

Penemuan Kembali Kolostrum
Secara historis, dokter Ayurvedic di India telah menggunakan kolostrum sapi untuk terapi selama ribuan tahun. Di Amerika Serikat dan di seluruh dunia, dokter konvensional menggunakan kolostrum sebagai antibiotik sebelum mengenal obat sulfa dan penisilin. Pada awal 1950-an, kolostrum diresepkan secara luas untuk pengobatan rheumatoid arthritis. Pada tahun 1950, Dr Albert Sabin, pengembang vaksin polio, menemukan bahwa kolostrum mengandung antibodi terhadap polio dan direkomendasikan untuk anak-anak yang rentan terhadap serangan polio.        
Kolostrum sapi secara biologis bisa digunakan semua mamalia, termasuk manusia.

Apa itu Kolostrum? 
Kolostrum adalah sekresi susu mamalia yang baru melahirkan dalam waktu 24 sampai 48 jam pertama. Kolostrm memiliki sistem kekebalan tubuh dan faktor pertumbuhan serta nutrisi penting, tripsin, dan inhibitor protease yang melindungi bayi sapi dari kerusakan pada saluran gastrointestional (GI). Diperkirakan kolostrum memicu sedikitnya 50 proses pada bayi baru lahir.
Dari hasil analisis Laboratorium, faktor imun dan pertumbuhan dari kolostrum sapi identik dengan kolostrum manusia, namun secara signifikan lebih tinggi dalam versi sapi. Misalnya, kolostrum manusia mengandung 2% IgG (yang paling penting dari immuno-globulin), sedangkan kolostrum sapi mengandung 86% IgG.
Selain itu, kolostrum sapi mengandung hormon penghambat untuk mencegah kepekaan terhadap kekebalan tubuh ibunya sendiri itu. Studi menunjukkan bahwa semua spesies, termasuk manusia, dapat memanfaatkan sifat kekebalan kolostrum sapi, tanpa adanya reaksi alergi atau anafilaksis.
Pasokan kolostrum sangat terbatas karena kolostrum hanya tersedia untuk satu atau dua hari setelah melahirkan. Kebutuhan anak sapi yang baru lahir harus dipenuhi terlebih dahulu, dan hanya kolostrum berkualitas tinggi diambil dari sapi yang telah disertifikasi bebas dari antibiotik, pestisida, dan hormon sintetis. Kolostrum harus diproses pada suhu rendah sehingga faktor imun dan pertumbuhan biologis tetap layak.

Komponen  Utama Kolostrum
Komponen yang paling penting dari kolostrum pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua kategori utama: faktor sistem kekebalan tubuh dan faktor pertumbuhan. Produsen obat telah mencoba untuk meniru (rekayasa genetik) beberapa komponen kolostrum, terutama interferon, gamma globulin, hormon pertumbuhan, IGF-1, dan inhibitor protease. Perusahaan bioteknologi saat ini menjual IGF-1 seharga $ 800 per botol 50 cc, Beberapa komponen kolostrum berikut merupakan "terobosan besar" bagi industri/nutraceutical farmasi:
Imunoglobulin (A, D, E, G, dan M) adalah faktor kekebalan yang paling melimpah dalam kolostrum. IgG menetralisir racun dan mikroba dalam sistem getah bening dan peredaran darah. IgM menghancurkan bakteri, sementara IgE dan IgD merupakan antivirus.
Laktoferin adalah antivirus, antibakteri, anti-inflamasi, zat pengikat besi dan protein dengan efek terapi pada kanker, HIV, virus cytomegalo, herpes, sindrom kelelahan kronis, Candida albicans, dan infeksi lainnya Laktoferin membantu menghilangkan bakteri dari besi yang mereka butuhkan untuk mereproduksi, dan juga melepaskan zat besi ke dalam sel-sel darah merah, meningkatkan oksigenasi jaringan. Laktoferin memodulasi pelepasan sitokin, dan reseptor yang telah ditemukan pada sel-sel kekebalan tubuh, termasuk limfosit, monocytcs, makrofag, dan platelet.
Proline-rich polipeptida (PRP) adalah hormon yang mengatur kelenjar timus, merangsang sistem kekebalan tubuh kurang aktif. Hal ini juga membantu mengatur penurunan sistem kekebalan yang terlalu aktif, seperti yang terlihat pada penyakit autoimun seperti multiple sclerosis (MS), rheumatoid arthritis, lupus, skleroderma, sindrom kelelahan kronis, dan alergi.
Faktor Pertumbuhan meliputi faktor pertumbuhan epitel (EGF), insulin-like growth factor-I dan II (IGF-1 dan IGF-II), pertumbuhan fibroblast growth factor (FGF), platelet-derived growth factor (PDGF), faktor pertumbuhan transformasi A & B (TGA dan B), dan hormon pertumbuhan (GH).
Ini semua membantu merangsang pertumbuhan sel dan jaringan dengan merangsang pembentukan DNA. Vversi Rekayasa genetika dari IGF-1 dan GH sekarang dipasarkan sebagai obat anti-penuaan dan AIDS. Zat-zat itu ditemukan secara alami dan dalam konsentrasi tinggi dalam kolostrum. Beberapa studi menunjukkan bahwa faktor pertumbuhan mampu meningkatkan produksi T-cell, mempercepat penyembuhan, menyeimbangkan kadar glukosa darah, mengurangi kebutuhan insulin, meningkatkan pertumbuhan dan perbaikan otot dan tulang, dan meningkatkan metabolisme lemak untuk pembakaran.
Sebuah studi 1990 di The Journal of Medicine New Enqland menyimpulkan bahwa penggunaan GH mencegah penuaan. Dalam studinya, Dr Daniel Rudman merawat 26 orang berusia antara 61 dan 80 dengan GH. Pasien mengalami penurunan lemak tubuh secara keseluruhan (hingga 14%) dan peningkatan kepadatan tulang dan massa otot. Selain itu, kulit mereka lebih tebal dan lebih elastis. Rudman mengatakan perubahan itu setara dengan yang dikeluarkan selama 10 - sampai 20-tahun masa penuaan. Namun, Rudman memberikan GH melalui injeksi. Belum ada penelitian mengenai penggunaan melalui saluran pencernaan akan menghasilkan manfaat serupa.

Aplikasi Klinis 
Untuk orang dewasa, dokter biasanya meresepkan 1.000 sampai 2.000 mg, dua kali sehari, dalam bentuk kolostrum yang telah dikeringkan, yang terbaik dikonsumsi pada waktu perut kosong dengan delapan sampai 12 ons (sekitar 200 - 300 cc) air. Bagi mereka yang tidak menunjukkan respons klinis terhadap kolostrum, dosis aman bisa dua kali lipat atau bahkan tiga kali lipat yang diperlukan sampai hasil yang diinginkan diperoleh. Anak-anak juga dapat memakai kolostrum, namun secara proporsional memerlukan kolostrum lebih sedikit. Reaksi Herxheimer (terutama gejala mirip flu) bisa terjadi pada sampai dengan 40% dari kasus, namun biasanya ringan dan menghilang dengan suplementasi terus pada dosis yang sama.
Melalui ratusan tahun penggunaan dan lebih dari 1.000 studi klinis, kolostrum telah terbukti benar-benar aman, tanpa efek samping pada setiap tingkat konsumsi. Kondisi klinis berikut telah terdokumentasi dengan baik untuk merespon positif terhadap suplemen kolostrum:
Penyakit Viral
Komponen GI dari sistem kekebalan tubuh memproduksi sekitar 75% dari antibodi manusia, Kemampuan pasien AIDS/HIV untuk melawan penyakit menular yang parah terganggu, sebagian karena kerusakan usus dari peradangan kronis dan diare. Beberapa penelitian terbaru melaporkan peran kolostrum dalam pembalikan masalah kronis ini, yang berasal dari infeksi oportunistik seperti Candida albicans, cryptosporidia, rotavirus, herpes simpleks, strain patogen E.coli, dan infeksi flu usus. Kolostrum menangani semua patogen usus tanpa efek samping. Kolostrum terdiri dari berbagai faktor dengan aktivitas antivirus yang kuat, terutama immuno-globulins, laktoferin, dan sitokin.
Alergi dan Penyakit autoimun 
PRP dari kolostrum dapat bekerja sebagai zat pengatur dari kelenjar timus Ini telah terbukti mampu memperbaiki atau menghilangkan gejala-gejala dari kedua alergi dan penyakit autoimun (MS, rheumatoid arthritis, lupus, myasthenia gravis).. PRP menghambat kelebihan produksi limfosit dan T-sel dan mengurangi gejala utama dari alergi dan penyakit autoimun, nyeri, pembengkakan dan peradangan.
.Penyakit Jantung 
Terganggunya kekebalan menjadi penyebab aterosklerosis dan penyakit kardiovaskular, Sebagai contoh, jenis klamidia telah berkaitan dengan pembentukan plak arteri di lebih dari 79% pasien dengan penyakit jantung. Suatu artikel pada New England Journal of Medicine mengindikasikan bahwa penyakit jantung adalah disebabkan sensitisasi terhadap antigen jantung. Kerusakan sistem kekebalan menyebabkan miokarditis, sehingga limfosit dan makrofag menjadi sel infiltrasi yang dominan. PRP memiliki peran dalam menanggulangi penyakit jantung, demikian juga pada alergi dan penyakit autoimun.
Selain itu, IGF-1 dan GH dalam kolostrum dapat menurunkan kolesterol LDL sambil meningkatkan konsentrasi kolesterol HDL.  Faktor pertumbuhan pada kolostrum meningkatkan perbaikan dan regenerasi otot jantung dan regenerasi pembuluh darah baru untuk sirkulasi koroner.
Kanker 
Buku Steven Rosenberg 1985, “Quiet Strides in The War of Cancer”, pertama kali mempopulerkan manfaat sitokin dalam pengobatan kanker. Sejak saat itu, sitokin yang sama ditemukan dalam kolostrum (interleukin 1, 6, 10, interferon G, dan limfokin) telah menjadi protokol yang paling diperhatikan dalam penelitian ilmiah untuk obat kanker.
Kolostrum lactalbumin dapat menyebabkan kematian selektif (apoptosis) sel kanker, tanpa mengganggu ¯jaringan sekitarnya yang bukan kanker. Laktoferin telah dilaporkan memiliki aktivitas anti-kanker yang sama.
Gabungan faktor kekebalan dan pertumbuhan dalam kolostrum dapat menghambat penyebaran sel kanker. Jika virus terlibat baik dalam inisiasi atau penyebaran kanker, kolostrum terbukti menjadi salah satu cara terbaik untuk mencegah penyakit.
Kolostrum lactalbumin menyebabkan kematian selektif (apoptosis) sel kanker, namun jaringan non-kanker sekitarnya tidak terpengaruh.

Diabetes 
Juvenile diabetes (Tipe I, tergantung insulin) diperkirakan hasil dari mekanisme autoimun, kemungkinan dipicu oleh reaksi alergi terhadap protein GAD yang ada  dalam susu sapi. Kolostrum mengandung beberapa faktor yang dapat mengimbangkan alergi terhadap GAD dan alergi lainnya.
IgE-1 pada kolostrum dapat mengikat baik insulin maupun IGF-1 pada semua sel. Percobaan pada manusia pada tahun 1990 melaporkan bahwa IGF-1 merangsang penggunaan glukosa, efektif mengobati hipoglikemia akut dan mengurangi ketergantungan diabetes Tipe II pada insulin.
Program penurunan berat badan 
Tubuh membutuhkan IGF-1 untuk memetabolisme lemak untuk energi melalui siklus Krebs, Dengan penuaan, kurang IGF-1 diproduksi dalam tubuh. Tingkat memadai berhubungan dengan peningkatan insiden diabetes tipe II dan kesulitan dalam menurunkan berat badan meskipun asupan nutrisi yang tepat dan olahraga yang memadai, Kolostrum menyediakan sumber yang baik dari IGF-1 sebagai terapi komplementer untuk sukses penurunan berat badan.
Athletic Stres 
Latihan lengkap dan kompetisi atletik dapat menekan sistem kekebalan tubuh secarfa sementara, mengurangi jumlah I-limfosit dan sel NK, Atlet karena itu lebih rentan terhadap infeksi, termasuk sindrom kelelahan kronis. Banyak faktor imun kolostrum dapat membantu secara signifikan mengurangi jumlah dan tingkat keparahan infeksi yang disebabkan oleh stres baik fisik dan emosional.
Leaky Gut Syndrome 
Salah satu manfaat utama dari kolostrum adalah meningkatkan efisiensi usus, karena meningkatnya kekebalan tubuh yang mengendalikan infeksi saliuran pencerfnaan. Faktor pertumbuhan pada kolostrum juga berperan dengan menjaga mukosa usus sehingga kedap racun. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan kolostrum untuk mengontrol diare kronis yang disebabkan oleh peradangan usus yang berkaitan dengan dysbiosis (ketidak seimbangan proporsi bakteri baik dan bakteri jahat).
Penyembuhan sindrom usus bocor mengurangi beban beracun dan membantu menanggulangi alergi dan autoimun. Untuk individu yang sehat atau atlet dalam pelatihan, suplemen kolostrum meningkatkan efisiensi penyerapan usus terhadap asam amino dan bahan bakar karbohidrat, dan nutrisi lainnya untuk sel-sel otot dan jaringan vital dan organ lainnya. Dengan tujuan untuk meningkatkan energi pada orang sehat, digunakan juga suplemen kolostrum, karena kemampuannya untuk meningkatkan ketersediaan hara dan menanggulangi sindrom usus bocor
Penyembuhan Luka
Beberapa komponen kolostrum merangsang penyembuhan luka. Nukleotida, EGF, TGF., Dan IGF-1 merangsang pertumbuhan kulit dan perbaikan sel dengan tindakan langsung pada DNA dan RVA. Faktor-faktor pertumbuhan memfasilitasi penyembuhan jaringan yang rusak akibat bisul, trauma, luka bakar, operasi, atau penyakit inflamasi. Kolostrum meiliki sifat khusus yang bermanfaat bagi kulit, otot, tulang rawan, tulang, dan sel cadangan. Kolostrum bubuk dapat dioleskan ke gusi yang meradang, gigi sensitif, borok bernanah, luka, lecet, dan luka bakar.

Pengendalian Kualitas
Kolostrum kualitas terbaik yang diproduksi secara organik dan bebas pestisida, herbisida, hormon anabolik seperti rBST, steroid, antibiotik, dan bahan kimia lainnya. Tidak semua produk kolostrum di pasar aktif secara biologis. Hal ini karena pengolahan yang tidak tepat melalui penggunaan suhu tinggi dan pasteurisasi atau pembentukan kolostrum menjadi tablet. Metode ini menggunakan tekanan tinggi dan menghasilkan panas, menghancurkan aktivitas biologis. Kolostrum dalam bentuk cair juga kurang ideal. Hal ini tidak terkonsentrasi seperti versi bubuk dari produk, harus disimpan didinginkan karena umur simpan pendek, dan harus menambahkan pengawet yang menghancurkan kemampuan biologisnya.

Catatan.
Mengolah kolostrum menjadi Kefir Kolostrum, merupakan cara untuk mengawetkan kolostrum secara alami. Disamping itu, fementasi dengan Kefir Grains akan meningkatkan kualitas kolostrum, dengan adanya sintesa yang berguna untuk membentuk vitamin dan zat bermanfaat lainnya.
Disamping itu, kolostrum juga akan menjadi zat porobiotik yang lebih menjamin penyempurnaan saluran pencernaan dan peningkatan metabolisme.

Proses Pembuatan Kefir

Persiapan & Inokulasi


Sediakan susu murni kualitas bagus sebanyak satu liter pada temperatur sekitar 24oC, dan Kefir Grains 50 cc. Campurkan, aduk pelan-pelan dan disimpan di tempat yang gelap pada suhu kamar dengan sirkulasi udara yang baik.
Temperatur ideal untuk proses inkubasi adalah 18o – 27o C., yang perubahannya sesuai kondisi alami.


Setelah 24 jam, akan terlihat seperti gambar di kiri dan setelah 36 - 48 jam seperti gambar di kanan.


1
Proses Pemanenan

Setelah 36 – 48 jam, siap dipanen. Aduk pelan-pelan sampai agak homogen, tapi Kefir Grains tidak pecah.


Saring menggunakan saringan dengan lubang sekitar 2 milimeter.


2

Kefir Grain akan tertinggal di saringan. Biasanya volume Kefir Grain bertambah sekitar 10% – 20%.



Hasil akhir, Kefir siap minum, dan Kefir Grain untuk segera digunakan lagi pada susu baru. Kefir yang sudah jadi dapat langsung dikonsumsi.
Penyimpanan harus di lemari es pada temperatur 0o – 4o Celcius, dan tahan antara 3 minggu sampai 1 bulan.

Alamat Rumah Kefir Bandung

Rumah Kefir Bandung.
Sedia : Kefir Prima, Kefir Medika, Kefir Bening, Kefir Grains, Kefir Kolostrum.
Konsultasi Langsung atau melalui forum KKI.
Contact Person : Dede Qikan, Andang Kasriadi
Jl. Asrama Kipal 21 - telp. 022-6074529 - Bandung 40184.
Jl. Kacapiring 57a, telp. 022-7231291
Jl. Suria Sumantri 12, telp. 022-2014932
Layanan SMS Konsultasi: 088218728554
email: * kefir.bandung@gmail.com
           * kefirbandung@yahoo.com