Rabu, 14 April 2010

Menyembuhkan Diabetes

Benarkah Diabetes tidak dapat disembuhkan ?
Semua penyakit ada obatnya !. Tapi mungkin saja saat ini belum dapat ditemukan. Disamping itu, apa definisi dari : ”sembuh” ?.
Bila pengertian sembuh adalah: gejala dan gangguan akibat penyakit sudah tidak ada, dan tidak perlu lagi minum obat, maka dengan yakin kami katakan bahwa Diabetes (khususnya Non-IDDM/Type 2) dapat disembuhkan !. Tapi jangan terlambat, karena flu juga bila dibiarkan bisa fatal.!. Patut diingat bahwa karena diabetes menimbulkan komplikasi berbagai penyakit lain, maka mungkin yang perlu ’diobati’ bukan hanya diabetesnya.

Bagaimana Kefir menyembuhkan Diabetes.

Menyediakan Gizi yang sempurna.

Gizi Kefir bahkan lebih baik dari susu. Nutrisi yang ada pada Kefir, menyediakan bahan-bahan yang diperlukan tubuh untuk memperbaiki sel-sel yang rusak, termasuk sel-sel pankreas yang menghasilkan insulin.
Kefir juga menyediakan bahan baku yang diperlukan untuk memproduksi insulin. Tubuh memang ’pabrik farmasi’, yang canggih. Namun tanpa bahan baku yang memadai, bagaimana pula menghasilkan ’obat’ yang baik?

Memperbaiki Pencernaan dan Metabolisme.

Kefir adalah pangan fungsional probiotik terbaik. Mengandung lebih dari 50 jenis mikroflora yang bersahabat dengan manusia. Para ahli kesehatan percaya bahwa 90% dari penyakit dalam, dimulai dengan gangguan pencernaan.. ”Death begin in colon”, begitulah ahli Barat menyebutnya.
Bakteri pada Kefir turut membantu mencerna makanan yang masuk, sehingga efektivitas makanan menjadi optimal. Kefir juga merupakan serat yang sangat baik, sehingga orang terhindar dari sembelit. Cairan Kefir juga merupakan ’air hidup’, yang mudah diserap tubuh. sehingga membantu mengantarkan zat yang diperlukan ke dalam sel dalam proses metabolisme. Air ini membantu masuknya nutrisi ke sel, mirip dengan fungsi insulin.

Membantu tidur yang lelap.

Perbaikan sel paling efektif pada saat tidur lelap. Tryptophan yang terdapat pada Kefir membantu terjadinya tidur yang lelap. Perbaikan sel pankreas, disertai dengan penyediaan bahan baku yang memadai untuk pembuatan insulin adalah proses penyembuhan Diabetes. Kefir juga digunakan untuk mengatasi imsomnia.

Detoksifikasi (menetralkan racun).

Racun bertebaran di sekitar kita, dalam makanan, di udara, bahkan juga dihasilkan oleh tubuh kita dalam proses metabolisme. Kefir, seperti juga susu dan ’air hidup’ lainnya, sangat berperan untuk membersihkan racun yang masuk ke dalam tubuh, sehingga meringankan kerja hati dan ginjal.

Menggunakan Kefir sebagai ’obat’ Diabetes.

• Bila gula puasa sudah di atas 200, minumlah Kefir Prima minimal 3 kali sehari @ 1 gelas (200 cc). Untuk lebih cepat menurunkan gula darah, gunakan Kefir bening sebagai pengganti minum sehari-hari.
• Bila gula puasa sudah di bawah 200, bisa menggunakan Kefir Optima, yang bisa dibuat sendiri, yaitu dengan mencampurkan 300 cc Kefir Prima dalam 2 liter susu murni, kemudian diinkubasikan selama 24 jam pada suhu ruangan. Sesudah menjadi Kefir Optima, simpan di kulkas. Kefir Optima ini juga diminum 3 kali sehari @ 200 cc.
• Setelah gula puasa di bawah 140, masuk masa pemeliharaan, dengan minum Kefir Optima 1 sampai 2 gelas sehari.
• Olahraga merupakan hal tidak tergantikan untuk menjadi sehat. Ini penting, walaupun anda tidak menderita diabetes Lakukan olahraga sampai berkeringat minimal selama 20 menit sehari.

SEMBUH & SEMBUH TOTAL dari Diabetes.

Indikator terpenting anda SEMBUH dari diabetes adalah :
• Hilangnya rasa lesu, lemah, tidak cepat haus dan tidak selalu lapar,
• Buang air kecil pada malam hari tidak berlebihan (tidak beser), yaitu tidak lebih dari 2 kali dalam semalam.
• Ketika berolah raga, badan terasa segar dan dapat berkeringat.
• Gula puasa maksimal 140, dan 2 jam setelah makan (mengandung hidrat arang minimal 50 gram), tidak lebih dari 180.

Sedangkan untuk mengetahui apakah anda telah SEMBUH TOTAL dari Diabetes, hentikan minum Kefir selama 1 minggu penuh, namun makan dan minum serta olahraga tetap dijaga, tidak berlebihan. Kemudian lakukan cek gula darah. Bila diperoleh angka gula puasa kurang dari 140 dan 2 jam setelah makan kurang dari 180, artinya anda SEMBUH TOTAL dari Diabetes.

KAMBUH ?

Seperti juga penyakit flu atau panu, bila tidak dijaga, diabetes juga bisa kambuh. Untuk menjaga tetap SEHAT dan BUGAR, maka anda perlu :
• Makan berimbang, 4 sehat 5 sempurna, penyempurnanya adalah Kefir Optima (Kefir Prima tentu lebih bagus), 1 gelas sehari,
• Olahraga minimal 20 menit sehari, sampai berkeringat.
• Bila gula darah melonjak, atasi dengan Kefir Bening.

Diabetes: Mother of disease

Tahukah Anda bahwa si "manis" ini merupakan "mother of disease"- ibu dari segala penyakit?. "Dengan adanya diabetes, Anda bisa menderita kelainan berbagai macam organ tubuh, dari mata, jantung, lambung, hati, ginjal, kulit sampai kaki," kata dr. Candra Wibowo, Sp.PD dari Mitra International Hospital Jatinegara, Jakarta.

Selasa, 21 Juli 2009

Bagaimana Kefir menyembuhkan maag.

Sakit maag.
Istilah maag (dibaca “mah”), meru-pakan istilah yang populer di Indonesia, ditujukan untuk infeksi dan iritasi lambung (radang lambung). Istilah baku untuk maag ini adalah gastritis, gastric/stomach ulcer, duodenal ulcer atau peptic ulcer. Penyakit ini sangat menjengkelkan, dan seringkali muncul justru pada saat yang paling kritis dalam kegiatan kita.

Terjadinya iritasi dan atau peradangan (bila sampai kronis, dinding lambung bisa sampai bocor) ini, pada garis besarnya terjadi karena :
• Lambung berada pada kondisi kosong ketika terjadi sekresi asam lambung (hydrochloric acid/asam klorida - yang merupakan asam kuat), dan sekresi enzim pepsin yang berfungsi untuk mencernakan makanan. Akibatnya asam dan enzim tersebut “memakan” dinding lambung, menembus lapisan pelindung dinding lambung (mucus). Sekresi asam lambung ini bisa dipicu oleh stress. Pada saat seseorang mengalami stress, maka tubuh menganggap bahwa terjadi suatu ancaman. Untuk mengatasinya, dibutuhkan enersi yang diperoleh dari makanan. Untuk itu tubuh “mendahului” menyiapkan asam lambung dan enzim pepsin untuk mencerna makanan. Bila tidak ada makanan di lambung, asam lambung dapat mengiritasi dinding lambung.
• Makanan atau obat tertentu seperti aspirin (asam salisilat), ibuprofen, naproxen sodium, asam mefenamat (ponstan) dan sejenisnya yang banyak terdapat pada obat demam dan peng-hilang rasa sakit, mampu mengikis pelindung dinding lambung dan menimbulkan iritasi. Demikian pula kafein, rokok dan alkohol, memper-lemah daya lindung mucus.
• Munculnya bakteri Helicobacter pylori yang mampu menembus dinding lambung. Bakteri inilah yang bertanggungjawab pada sekitar 80 - 90% radang lambung. Bahkan untuk radang lambung kronis (menahun), hampir dipastikan bakteri ini selalu hadir. Untuk melindungi dirinya dari asam lambung, bakteri ini mengeluar-kan enzim urease, yang menetralkan asam lambung.

Kerusakan pada lambung tersebut dapat diperbaiki oleh tubuh apabila yang bersangkutan menerima asupan (intake) nutrisi yang memadai, serta istirahat (tidur) yang cukup untuk memberi kesempatan kepada tubuh memperbaiki sel-sel yang aus dan rusak.

Obat dan “obat” untuk maag.
Di media massa, dan dimana saja, gencar diiklankan “obat” untuk sakit maag. Pada garis besarnya, obat-obatan tersebut bekerja dan berakibat sebagai berikut :
• “Obat” maag yang berfungsi untuk menetralkan asam lambung merupakan garam magnesium dan atau garam aluminium (dikombinasikan dengan analgesik - penghilang rasa sakit). Obat-obatan semacam ini sama sekali tidak menyentuh penyebab penyakit, namun hanya menetralkan asam lambung dan “membius” syaraf sehingga rasa sakit lenyap. Penggunaan penetral asam ini dalam jangka panjang dapat mengakibatkan batu ginjal (kencing batu). Umumnya penggunaannya dibatasi hanya untuk 5 hari. Namun peringatan ini sering diabaikan (atau sengaja diabaikan) melalui iklan yang menyesatkan.
• Antibiotika untuk membunuh bakteri Helicobacter Pylori. Namun sebagai akibatnya semua bakteri lain (termasuk yang bermanfaat untuk tubuh dan pencernaan), juga mati. Sembelit merupakan efek samping penggunaan antibiotika yang paling terasa, karena semua bakteri dalam usus yang bertugas untuk mendekomposisi sisa makanan juga ikut mati.

Pengobatan maag dengan Kefir.
Cara Kefir dalam menanggulangi maag adalah sebagai berikut :
• Kefir mengandung tryptophan, yang berfungsi untuk relaksasi syaraf, sehingga rasa sakit berkurang dan penderita dapat tidur untuk memberi kesempatan kepada sel-sel rusak memperbaiki diri. Dengan relaksasi, sekresi asam lambung berkurang.
• Kefir, menetralkan (detoksifikasi) racun-racun yang terdapat dalam lambung, sehingga mencegah kerusakan lambung lebih jauh.
• Kefir mengandung kalsium, magnesium, lemak dan protein yang dapat menetralkan asam lambung. Di sisi lain, rasa masam pada Kefir, berfungsi sebagai “rem” (acid pump inhibitor) bagi produksi asam lambung.
• Kefir mengandung antibiotika yang membunuh sebagian besar bakteri Helicobacter Pylori, tapi tidak membunuh beneficial bacteria lainnya.
• Kefir mengandung friendly bacteria, yang menjaga keseimbangan eksistensi bakteri yang bermanfaat dengan bakteri patogen, serta menyediakan bakteri di usus untuk meningkatkan kemampuan pencer-naan, sehingga tubuh dapat mem-peroleh nutrisi yang dibutuhkan.
• Kefir mengandung nutrisi, vitamin dan mineral, yang perlu untuk tubuh dalam mengganti sel-sel rusak.
Kefir dapat menanggulangi maag sampai suatu derajat kerusakan tertentu. Bila lambung sudah bocor, tentunya tindakan operasi harus dilakukan. Berdasarkan pengalaman, bila masih dalam tahap radang (gastritis), maka dalam waktu kurang dari dua minggu sudah dapat dituntaskan. Sejauh ini belum ada yang tidak sembuh dalam waktu satu bulan.
Dalam keadaan yang parah, yaitu terjadi luka pada dinding lambung yang ditandai dengan keluarnya darah bersama kotoran (atau sampai tinja berwarna hitam), seringkali diperlukan pengobatan dengan antibiotika terlebih dahulu. Pada saat ini, pengobatan dengan Kefir belum dapat dilakukan. Kefir memiliki fungsi detok-sifikasi yang kuat, menganggap antibiotika sebagai racun, dan akan menetralkannya. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar proses pengobatan berjalan efektif.

Agar maag tidak kambuh.

Agar penyakit maag ini tidak kambuh lagi, maka hal terpenting adalah mengubah cara hidup dan cara makan yang tadinya merupakan penyebab maag. Petunjuk mengenai hal ini tentunya sudah sangat dikenal oleh setiap penderita maag, namun seringkali “lupa” untuk menjalankannya.
Kebiasaan baru dengan mengkonsumsi Kefir sebagai makanan fungsional pro-biotik, dapat menanggulangi “lupa” ini sampai derajat tertentu.

Kamis, 10 Juli 2008

Kefir disebut dalam Al Qur'an

Dr. Lee Lorenzen, seorang ahli biokimia, dalam bukunya "The Prolongation of Life" menulis : The villagers of Caucasus mountains gave us yogurt. But this part of the world is also the origin of fermented milk product that may be good for your health called Kefir. The history of Kefir is centuries old. It is mentioned in the Koran (Al-Qur’an) and is very well known in Eastern Europe.
Setelah ditelusuri, saya menemukan keterangan tentang Kefir pada Surat Al Insan (QS 76:5-6).
Dijelaskan bahwa Kefir adalah nama mata air di Surga, yang airnya berwarna putih, harum baunya dan lezat rasanya.
Beberapa kalangan di Eropa, mengira nama Kefir berasal dari bahasa Turki, keif yang artinya perasaan nyaman. Pernyataan ini juga dikutip oleh kalangan ilmuwan di Indonesia, termasuk oleh peneliti senior Balai Pengkajian Bioteknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Dr Ir Inggrid S Waspodo, MSc., yang dipublikasikan lewat buku karangannya.
Sungguh sayang, Kefir yang dipercaya sebagai pemberian Nabi Muhammad saw., malah kurang dikenal di Indonesia, dan lebih dihargai oleh negara-negara non-muslim.
Rasanya lebih tepat bila Kefir ini saya sebut sebagai : Warisan Islam untuk kesehatan dunia !.

Sejarah Kefir

Dalam situsnya yang sangat terkenal, : Dominic N. Anfiteatro dari Adelaide, menguraikan sebagai berikut :
It is said that the orthodox tribes-people of Northern Caucasus Mountains, were gifted kefir grains possibly by the Prophet Mohammed over 1,400 years ago. It is also said that these folks referred to kefir grains as The grains of the Prophet Mohammed and the culture product, kefir, The drink of the Prophet.
Bagaimana Kefir yang merupakan warisan rahasia masyarakat kaukasus ini, berikut ceriteranya (diterjemahkan dari situs Dom’s Kefir in site):
Di awal abad kedua puluh, Lembaga Kedokteran Rusia ingin meneliti biji kefir yang tersohor itu. Sayang, saat itu sulit sekali mencari biji kefir di Rusia. Karenanya lembaga negara tersebut secara resmi meminta bantuan kepada Blandov bersaudara, kakak beradik pemilik sebuah pabrik keju di kota Kislovodsk, utara Kaukasus. Kedua Blandov setuju—meski mungkin bingung juga. Maklumlah, sebab memang biji kefir masih dirahasiakan para pemiliknya, yakni masyarakat Islam di Kaukasus. Tak mungkin dengan meminta begitu saja biji kefir akan sampai di tangan. Jadi bagaimana cara memperolehnya?
Kebetulan waktu itu ada seorang wanita muda cantik yang bekerja pada mereka. Irina Sakharova namanya. Blandov bersaudara mendapat ide, mengajak Irina untuk menyusun rencana memperoleh biji kefir. Irina pun setuju. Maka berangkatlah ia seorang diri ke selatan, ke Kaukasus. Tak lama kemudian ia berkenalan dengan seorang pangeran di sana, Bek-Mirza Barchorov. Dengan kecantikannya Irina berhasil memikat lelaki itu. Namun saat Irina mengatakan ingin meminta sejumlah biji kefir untuk dibawa pulang, Barchorov berbalik curiga dan menolak.
Gagal dengan segala bujuk rayu, kembalilah Irina ke Rusia. Di tengah jalan ia diculik oleh kaki tangan Bek-Mirza Barchorov. Ternyata pangeran itu telah "jatuh cinta" dan tak mau kehilangan Irina; ia mengirim suruhannya untuk menculik Irina dan memaksanya menikah. Untunglah, kedua majikannya datang menolong. Perkara penculikan ini pun dibawa ke pengadilan Rusia dengan Bek-Mirza Barchorov sebagai terdakwanya, dan . Irina bersedia melepaskan tuntutan dengan ganti rugi biji kefir. Maka berhasillah ia dan kedua majikannya memperoleh biji tersebut. September 1908, sejumlah bijih Kefir masuk ke Rusia.
Tahun 1973 Irina, saat itu berusia 85 tahun, memperoleh penghargaan dari Menteri Industri Makanan Soviet atas perannya dalam membawa kefir ke Rusia.

Minggu, 06 Juli 2008

Kefir menyembuhkan maag.

Setelah membaca tentang khasiat Kefir di berbagai situs di internet, saya baru tahu bahwa hal utama yang ‘diperbaiki’ oleh Kefir adalah masalah pencernaan. Kebetulan, saya mempunyai seorang teman kerja, yang sejak beberapa tahun menderita maag kronis. Saat itu, saya masih bolak-balik kerja di Jakarta, dan pergi maupun pulang dari Jakarta bersama-sama. Begitupun sering bertugas bersama ke luar kota.

Pada saat di Jakarta atau ke luar kota, saya selalu membuat Kefir dan meminumnya secara teratur. Selama itu, saya tidak pernah berani menawarkan Kefir kepadanya, karena kita ketahui bahwa penderita maag sangat alergi terhadap segala sesuatu yang mempunyai rasa masam.

Suatu hari, ketika sudah jarang ke Jakarta, teman ini datang ke tempat saya dengan muka yang agak meringis. Maagnya kambuh. Saya jelaskan mengenai khasiat Kefir yang saya baca, kemudian saya sediakan segelas Kefir, dan menyilakannya untuk meminumnya.

Mulanya tentu saja menolak, apalagi ia belum makan apapun pagi itu. Saya katakan bahwa bila ternyata menjadi lebih sakit, maka silakan ke rumah sakit, dan semua biaya perawatannya akan saya bayar.

Sambil tetap memegang ‘obat’ maag, ia kemudian meminum satu gelas Kefir yang telah dicampur madu. Ia bergidik merasakan rasa masam Kefir. Namun segelas Kefir itu ia teguk sampai habis.

Dengan cemas, ia mulai mempersiapkan diri terhadap rasa perih yang biasanya muncul sehabis minum sesuatu yang masam. Namun pelan-pelan, rasa sakit, perih dan kejang di perut dan punggungnya mulai mereda. Seperempat jam kemudian, rasa perih di lambungnya menghilang. Setelah itu ia mulai percaya, dan rutin meminum Kefir.

Tiga bulan kemudian, ia sudah dapat makan Pempek Palembang tanpa harus menderita perih dan kembung.

Hal ini membuat saya makin kagum akan khasiat Kefir, dan teman ini merupakan salah satu orang yang turut menyebarkan Kefir maupun pengetahuan tentang khasiatnya kepad keluarganya dan rekan-rekan lainnya.

Sejak itu, sampai pertengahan 2008 ini, telah banyak penderita maag yang tertolong. Bahkan untuk masalah pencernaan ini, saya tidak menemukan preparat lain yang lebih baik dari Kefir.

Walaupun demikian, saya juga kadang-kadang mengkombinasikan penggunaan Kefir ini dengan serat herbal (seperti produk CNI “Organik”), dan memberikan hasil yang memuaskan.